FAQ Taaruf

by - November 05, 2019






Ini adalah episode 1 dari #OtwNikahSeries yang ada di blog kataummik. Ta'aruf adalah hal yang paling pertama dilakukan oleh seseorang yang akan menikah, sampai nanti akan tiba masanya khitbah dan menikah.

Di episode 1 ini, Ummik rangkum beberapa pertanyaan dari teman-teman seputar ta'aruf. Jawabannya kebanyakan berdasarkan pengalaman. Silahkan teman-teman perbanyak ilmu dengan baca buku ya. Apa yang ada di sini hanya pelengkap saja. Kalau ada salah, dan ketidaksesuaian, Ummik terbuka sekali untuk diberi kritik dan saran. Ok...

Let's get started

1. Apa sih ta'aruf itu?

Intinya ta'aruf adalah pintu gerbang menuju pernikahan. Di sini orang-orang yang sudah serius ingin menikah mencoba mengenal calon pasangannya dengan cara yang diajarkan oleh Rasulullah Saw. Tidak berkhalwat, tidak main-main, dan berniat ingin ibadah lillahi taala

2.Bagaimana proses taaruf?

Macem-macem. Yang terpenting, dalam ta'aruf harus ada mediator atau orang ke tiga. Mediator ini bisa siapapun. Bisa orang tua kita sendiri, bisa guru ngaji, bisa teman, bahkan sekarang udah banyak rumah taaruf lo yang bisa membantu lajangers untuk dapet jodoh.

Untuk yang benar-benar belum kenal dan dimediatori oleh teman/guru ngaji/rumah taaruf, maka sebelumnya masing-masing calon membuat biodata terlebih dahulu. Nanti pihak perempuan akan mengirimkan biodata ke pihak lelaki. Perlu digarisbawahi, bisa jadi pihak lelaki ini mendapatkan banyak tawaran biodata, yes perbandingan lelaki dan wanita membuat lelaki punya banyak pilihan siiis.

 Setelah pihak lelaki memilih, nanti biodata pihak lelaki akan diserahkan kepada pihak perempuan. Jika pihak perempuan merasa cocok, bisa lanjut ke tahap tatap muka / nadzor. Tapi kalau pihak perempuan merasa tidak cocok maka pihak perempuan berhak menolak.

Lain halnya kalau kita dijodohkan oleh orang tua sendiri. Bisa saja tahapan tukar biodata ini terlewat. Langsung ketemu, langsung ngobrol. Langsung jadi hehe.

Intinya ta'aruf itu fleksibel kok, asalkan kita tetap melibatkan pihak ke tiga saat bertemu.

3. Apakah boleh ta'aruf dengan seseorang yang sudah kita kenal?

Yes. Why not?!
Bukankah Sayyidina Ali dan Fatimah juga sudah saling kenal?

Boleh banget kalau kalian bersahabat, lantas merasa klik, daripada persahabatannya jadi hubungan tanpa status, putuskan untuk ta'aruf aja, dan menikah. Bahkan kalau memang teman dan udah saling kenal, langsung lamar juga nggak masalah.

Tapi tetap cari mediator ya.

4. Bagaimana panduan membuat biodata ta'aruf

Jadi biodata ta'aruf itu fungsinya sebagai pengganti diri kita yang menjelaskan dengan detail siapa diri kita. Pertama-tama buatlah biodata standar, nama, alamat, tempat tgl lahir dll. Kaya jaman sekolah kita sering tukeran biodata sama temen-temen itu lo.

Nah selanjutnya tentang keluarga. Background keluarga juga penting untuk disampaikan. Jadi di sini kasih juga biodata singkat masing-masing anggota keluarga plus karakternya.

Terus deskripsi dirimu sejujur-jujurnya. Positifnya apa, negatifnya apa. Nggak usah promosi berlebihan, apa adanya aja, santuy.

Habis itu tulis kriteria seperti apa sih yang kamu inginkan dari calon pasangan? Apa yang bisa kamu tolerir dan tidak bisa kamu terima.

Tulis juga mimpimu ke depan. Apa cita-cita yang ingin kamu bangun kelak bersama pasangan.

Oiya kalau ada penyakit yang parah, perlu disampaikan juga ya. Kalau cuma panuan sih nggak usah...hehe.

5.Apakah aib masalalu perlu disampaikan di biodata?

Hmm...

Ummik menghela nafas dulu.

Setiap orang punya masa lalu.Kadang masa lalu itu bukan hal baik yang ingin kita ingat-ingat. Katakanlah, dulu mungkin pernah 'naudzubillah' berzina. Tapi sekarang sudah benar-benar taubat nasuha.

Yang pernah Ummik baca/dengar tentang hal ini , sebaiknya tidak disampaikan dulu, karena Allah sudah menutup aib kita, untuk apa kita membukanya.

Tapi mohon maaf, virginity bisa jadi hal yang sangat penting bagi sebagian orang. Maka sebelum benar-benar ke gerbang pernikahan, ada baiknya konsultasikan ke ustadz/ah dulu, apakah perlu disampaikan atau tidak. Agar kita juga tidak dianggap membohongi. Prinsipnya menikah itu harus sama-sama ridho bukan?  Wallahualam. Masalah ini nanti coba Ummik konsultasikan lebih jauh ya. Tapi Ummik percaya Allah tidak pernah dzalim terhadap hambaNya yang bertaubat.

6. Berapa lama sih proses dari kita kirim biodata sampai akhirnya biodata kita bersambut?

Bisa cepet bisa luamaaaa. Kalau dalam hal ini sih saran Ummik, banyakin sabar, banyakin ibadah, lupakan kalau pernah kirim biodata, yaaah santai ajaaa. Nanti tau-tau ada yang nyantol. Tapi kalau kamu merasa nggak tenang dengan kirim biodata, dan malah kepikiran terus sehingga mengganggu keseimbangan semestamu, mending cabut aja deh.

7. Boleh nggak nyebar biodata kemana-mana?

Boleh. Namanya juga ikhtiar. Kan jodoh bisa datang lewat perantara siapapun. Yang nggak boleh menerima banyak pinangan. Kalau sudah memilih terus tiba-tiba ada biodata lain yang masuk dan kelihatan lebih kece yaaa... Selesaikan dulu dengan yang pertama. Jangan sampai kita ta'aruf dobel-dobel ya. Menguras hati dan nggak efektif. Percaya deh kata Ummik.

8. Boleh nggak kita menolak seseorang karena dia nggak ganteng/cantik?

Eum... Kalau ketidakgantengan/ ketidakcantikannya berpotensi membuat imanmu lemah... Boleh-boleh aja siiih. Tapi, ada juga Lo yang sebelum nikah keliatan biasa-biasa aja, eh pas nikah sama kita jadi cakep. Karena ada beberapa orang yang cakepnya tuh memang harus dilihatiiiin dulu yang lama baru ketauan, istilahnya cakepnya mikir. Wkwk Dan cakep kaya gini biasanya akan meningkat seiring berjalannya waktu.

Btw jawaban ini juga bisa untuk jawaba  menolak karena alasan remeh lain ya. Bahkan kalau kita nggak punya alasan tapi hati kita nggak sreg, boleh kok ditolak.

Cuma sih saran Ummik, bikin kriteria nggak usah susah -susah amat. Nggak ada yang sempurna di dunia ini, zheyenk.

9. Boleh nggak ta'aruf untuk coba-coba?

Nggak! Gini lho... Jangan buang-buang waktu. Ta'aruf itu melibatkan banyak pihak, ya pihak calon, ya pihak ketiga, dalam hal ini jangan iseng. Kasian lo orang-orang lain yang diajak main-main, bisa jadi waktunya nggak seluang kamu. Kalau kamu belum siap, just simply say no. Nanti maju lagi kalau udah beneran siap.

10. Apa sih yang harus kita tanyakan saat ketemuan dengan calon?

Naaah ini bisa jadi postingan khusus.  Ummik bahas lain waktu ya.

11. Setelah ketemuan dengan calon, boleh nggak membahas pernikahan berdua lewat WhatsApp/ Komunikasi tanpa perantara?

Kalau sudah manteb semuanya, lantas ada hal-hal yang perlu dibahas, boleh kok WhatsApp-an berdua. Tapi sebenernya untuk menjaga hati, better kalian bikin grup yang ada orang ke tiganya siiih... Cuma memang ada beberapa hal privat yang nggak semua orang boleh tau kan ya, jadi monggo aja kalau mau WhatsApp-an selama kalian bisa memastikan bahwa yang dibahas straight to the point', ga kebanyakan haha hihi, wkwkwk, sok saling mengingatkan solat euuuh. Apalagi nanti ujung-ujungnya ngajak ketemuan tanpa perantara. Mbel.

Apa lagi yaaa? 11 ini dulu deh, nanti kalau ada pertanyaan lanjutan akan Ummik update di sini. Tunggu juga podcastnya yaa.






You May Also Like

0 Comments

Diberdayakan oleh Blogger.