Pesona Perhiasan Tembaga di Pameran Produk Lokal UKM DIY

by - Februari 09, 2020



Perhiasan merupakan benda yang sangat digandrungi para wanita. Tak heran karena perhiasan-perhiasan tersebut dapat mempercantik tampilan wanita dan membuat sebagian orang merasa lebih percaya diri. Bukan hanya itu, tak jarang perhiasan juga dianggap bisa menunjukkan status sosial seseorang.

Saat berjalan-jalan di pameran produk lokal UMKM DIY di alun-alun Sewandanan, saya bertemu dengan ibu Sansan seorang pengrajin perhiasan berbahan tembaga.

Kamipun sempat ngobrol sebentar, banyak inspirasi yang saya dapatkan dari percakapan dengan bu Sansan. 

Awal Mula Bisnis Perhiasan

Bu Sansan awalnya adalah pengrajin perak yang bekerja pada seseorang. Biasanya beliau membawa bahan perhiasan untuk dikerjakan di rumah, lantas nanti disetorkan kepada pemilik usaha. Namun jauh di lubuk hati terdalam, sebenarnya ia ingin memiliki usaha sendiri, beliau ingin punya brand sendiri dan menunjukkan hasil karyanya melalui pameran-pameran agar lebih dikenal banyak orang.

Berbekal tekad kuat untuk berdikari, akhirnya bu Sansan memutuskan keluar dari perusahaan sebelumnya dan mendirikan Sansan's Craft. 

Menjadikan Alam dan Apapun Yang Ada di Sekitar Sebagai Inspirasi

Menurut Bu Sansan proses pembuatan perhiasan tidaklah begitu rumit. Biasanya ia menggambar desain terlebih dahulu, lantas membuat cetakan dan proses mencetak pun dimulai, setelah selesai dicetak perhiasan tersebut disepuh dengan warna emas, atau perak agar tampak lebih cantik. Untuk desain perhiasan, Bu Sansan selalu up to date dengan desain-desain yang saat ini sedang diminati pasar seperti kombinasi batu-batuan dan juga mutiara air tawar. Selain itu Bu Sansan juga memiliki desain otentik khas Sansan's craft yang tidak bisa didapatkan di tempat lain. Beliau sering mendapatkan inspirasi dari alam, burung, dedaunan, dan banyak lagi. Inspirasi itu lantas dituangkan ke dalam desain gambar yang nantinya diwujudkan ke dalam bentuk perhiasan.



Suka Duka Usaha Perhiasan

Setiap usaha selalu memiliki sisi yang menyenangkan dan juga tantangan. Saat saya tanyakan apa yang membuatnya bertahan selama tiga tahun ini, bu Sansan menjawab, "Saya senang dan memang hobi dengan pekerjaan mendesain dan membuat perhiasan." Selain itu beliau juga merasa bahagia manakala perhiasan karyanya disukai dan dipakai oleh banyak orang. Bukan hanya dari Jogja, kustomer Sansan's craft juga banyak dari luar pulau, bahkan produk perhiasan ini juga diekspor ke luar negri.

Namun ada beberapa tantangan yang juga dirasakan oleh Bu Sansan, yakni persaingan harga yang kurang sehat, serta serbuan perhiasan yang datang dari Tiongkok. Hal itu sedikit banyak berpengaruh pada penjualan produk Sansan's craft. 

Perhiasan-perhiasan dari Tiongkok tersebut merupakan perhiasan pabrikan yang diproduksi massal, sehingga harga bisa sangat ditekan. Namun saat kita membandingkan kwalitasnya dengan kwalitas perhiasan hand made ala bu Sansan maka akan ketahuan siapa juaranya. Perhiasan hand made sudah jelas lebih awet dan pengerjaannya pun lebih detail.

Maka kita jangan terkecoh dengan harga yang murah tapi mudah patah.



Jasa Perbaikan Produk

Saat kita membeli perhiasan dari luar, lantas perhiasannya rusak, maka kita hanya bisa pasrah dan harus merogoh kocek lagi untuk membeli yang baru.

Berbeda dengan ketika kita memilih produk lokal. Sansan's craft menerima penyepuhan ulang. Saat perhiasan kita warnanya mulai pudar, maka bisa dikirim ke alamat workshop Sansan's craft dan disepuh ulang. Atau mungkin saat batu, atau mutiaranya lepas bisa juga dikirim untuk diperbaiki.

Tips Merawat Perhiasan Ala Bu Sansan



Bu Sansan menjamin bahwa perhiasan-perhiasannya ini bisa sangat awet, asalkan pembeli merawat perhiasan tersebut dengan tepat.

Berikut adalah tips dari bu Sansan dalam merawat perhiasan:

- Dijemur
Perhiasan yang lembab akan mudah rusak, maka sebaiknya perhiasan tersebut dijemur secara berkala.

-Jangang terkena parfum
Hati-hati saat mengenakan perhiasan lantas menyempotkan parfum ke pakaian. Jangan sampai parfum tersebut mengenai bross atau kalung Anda, karena bahan parfum dapat merusak lapisan luar perhiasan dan membuat warnanya cepat pudar.

-Simpan dalam plastik
Setelah selesai menggunakan perhiasan, sebaiknya segera disimpan di dalam plastik khusus.

Sansan's craft UKM yang Siap Bersaing di Kancah Internasional Dengan Pesona Perhiasan Tembaganya

Sansan's craft pernah meraup omzet hingga 150 juta rupiah dalam satu bulan. Hal ini menunjukkan bahwa karya-karya bu Sansan yang dibantu oleh delapan karyawannya memang berkwalitas dan diminati pasar. Tentu saja Bu Sansan tidak puas sampai di situ, ia akan selalu berinovasi agar karya-karyanya bisa tersebar lebih luas lagi. Apalagi dengan pendampingan dari PLUT dan Dinas Koprasi UKM DI Yogyakarta, bu Sansan yakin jalan menuju kesuksesan akan lebih mudah dilalui. Kalau selama ini kebanyakan buyer luar negri adalah perorangan, beliau menargetkan kelak perhiasan tembaga etniknya yang dibanderol dari 300 - 800 ribu rupiah ini bisa dilirik oleh korporasi di sana. Untuk pasar dalam negri sebenarnya sudah banyak dinas - dinas pemerintahan yang memesan perhiasan kepada Sansan's craft dan selalu dilayani dengan sebaik mungkin. Untuk Anda yang berminat melihat karya-karya Sansan's craft dan ingin membeli perhiasan karya anak negri, bisa cek instagramnya di @sansanskastini.


You May Also Like

0 Comments

Diberdayakan oleh Blogger.